
Pernah punya guru favorit?
Pastinya pernah ya.
Sewaktu SMP saya punya guru favorit, sebut saja Mr. A dan Mr. B.
Mr. A adalah guru fisika yang suka bercanda walaupun sangat disiplin. Pelajaran fisika yang menjadi momok tidak lagi menegangkan. Saya tidak terpaku sama banyaknya rumus yang (meminjam istilah teman) alaihum gambreng >,< banyaknya naudzubillah… Dan, ternyata di momen inilah satu-satunya nilai 10 fisika yang saya dapatkan (menyedihkaaan T_T).
Mr. B adalah guru matematika yang sama sekali tidak suka bercanda malah lebih disiplin lagi. Beliau sangat cerdas di bidangnya. Malahan, buku diktat kami beliau sendiri yang menyusunnya. Waw, hebat. Terkadang beliau membuat soal yang membutuhkan pemikiran ekstra. Namun saya mencoba menganggap soal itu sebagai permainan saja, sehingga pelajaran tersebut menjadi mengasyikkan. Beberapa hal yang saya ingat dari guru saya yang satu ini adalah, kalau kita lebih memperhatikan lebih seksama sesuatu di luar jendela daripada apa yang beliau terangkan di dalam kelas, maka Mr. B akan menyuruh kita keluar. Hal lainnya adalah beliau sering memberikan wejangan bahkan ketika kami terlambat atau tidak bisa menjawab soal yang beliau berikan. Saya menanggapinya positif, namun sepertinya tidak bagi sebagian besar teman-teman saya. Rasa takut tampaknya terlalu besar sehingga ketika Mr. B bertanya, sebagian besar lebih memilih diam.
Yang saya kagumi dari beliau adalah, beliau mempersilakan mempelajari buku lain dan mendiskusikan soal yang tidak biasa di kelas. Murid pun boleh mencari soal.
Sewaktu SMA, guru favoritku Mr. C dan Mrs. D
Mr. C adalah guru biologiku. Hm, cara belajarnya lebih mirip sama Mr. B tapi nggak galak-galak amat. Beliau lebih suka mengajak kami belajar di lab, walaupun tidak praktek. Yah, mungkin untuk membangun lingkungan belajar yang mendukung? May be…
Mrs. D adalah guru bahasa Inggrisku. Wah beliau memiliki strategi belajar yang unik. Mulai dari membuat tempat duduk berbentuk lingkaran sehingga kami bisa berdiskusi lebih nyaman, bahkan beliau membuat cerita yang mengasyikkan dalam bahasa Inggris sehingga kami mendengarnya seperti berbahasa ibu. Mudah dimengerti.
Mereka adalah beberapa orang yang menginspirasi saya akan perubahan dalam cara mengajar seperti mengisi botol kosong. Ada banyak cara kreatif yang bisa mengasyikkan…bagaimana dengan Anda?











.jpg)
.jpg)
.jpg)