Tampilkan postingan dengan label Kegiatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatanku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Mei 2010

NICOTIN is NEURON

NICOTIN itu awalnya salah satu ProKer dari BEM, khususnya departemen PenProf (salut buat anak - anak PenProf, apalagi sama Babe Anggi!), tapi entah kenapa, ProKer itu dilimpahkan lagi - lagi kepada angkatan 2008…

Mau tau alasannya?

  1. Kakak - kakak angkatan atas insya Allah menurut pengamatanku --> sudah begitu percaya dengan kemampuan A8.
  2. Kebanyakan yang bekerja adalah A8, nggak tahu kenapa, mungkin angkatan atas udah pada sibuk dengan PBP?

Awalnya, teman - teman bingung untuk mempublikasikan kegiatan ini ke daerah - daerah mereka, apalagi yang jauh - jauh, kalo nggak karena banyaknya sekolah yang mesti didatangi.

Di tengah - tengah perjalanan, terdapat perubahan nama dari NICOTIN menjadi NEURON. Katanya sih, pihak fakultas / rektorat tidak menyetujui nama NICOTIN karena berhubungan dengan hal - hal negatif (zat dalam rokok).

Untung aja cepet punya pengganti nama --> siapa sih yang punya ide ini?

Aku juga beruntung bisa ikut andil dalam acara ini, malam - malam aku diSMS sama Fandi buat jadi koordinator sie pubdok.

Tanggapanku:

" What? Bagaimana bisa aku jadi sie PubDok? Koordinator pula!"

Ternyata, aku dipilihkarena tidak ada pilihan lagi… wkwkwkwk…

Ya udahlah, aku terima aja, hitung - hitung cari pengalaman, sebab kemarin - kemarin aku pasti ditunjuk kalo nggak di sekretaris, bendahara, sie KSK ya sie acara. Nah, jadi, memang benar - benar kali ini aku jadi sie pubdok (horeeeeee!).

Nah, nyari rekan deh, aku nunjuk teman - teman yang memang benar - benar berpengalaman di dunia PubDok. Terima kasih untuk Rizka, Lingga, Amel, Ve, Mbak Jeje, dan Mbak Irma 'Aini'.

Terima kasih buat mbak Irma udah buatin poster yang baguuuuuuus sekali (maklum, aku buta masalah gituan).

Oh iya, terima kasih juga buat Cipta yang ngeditin selebarannya ya… (lagi - lagi minta tolong --> sie PubDok macam apaan aku ini? -_-).

Terima kasih selanjutnya buat Ve, maaf ya selalu ngerepotin kamu… buat ngupload file ke blog BEM. Selanjutnya buat mas Kusuma yang menggantikan Ve (mungkin sudah jenuh dengan permintaan saya… maaf ya saya sudah mengutak - atik blognya anak MedIT… lain kali saya buat blog sendiri deh… (-_-)v

Kemudian, hal yang membuatku tertarik adalah foto… baru kali ini aku pegang CamDig! Suer! Biasanya aku yang difoto, sih… wkwkwkwk… nah, sekarang, aku suka foto - foto… hahaha… NEURON menjembatani hobi baru saya!

Ceritanya, selesai kegiatan ini, saya lebih suka lagi sama foto, edit - mengedit (setelah kegiatan NEURON, aku lebih dipercaya teman untuk jadi sie dekorasi, ngurusi publikasi, buat desain, alhamdulillah!), dan nge-blog! Oh ya ada satu lagi, lebih suka ngliping ne, gara - garanya aku disuruh buat berita tentang NEURON --> belum berhasil dimuat di Warta UNAIR, jadinya makin penasaran, gimana sih buat berita yang baik dan benar?

Oh iya, aku nggak lupa kok sama adik - adik A9. terima kasih buat Lisca atas tumpangannya ya… kami nyaman di rumahmu… juga buat anak - anak Najo (Nano - nano Junior, wkwkwkwk…) plus Tiwi yang bagian ngurusi perijinan ke sekolah. Juga sama Dhimas dan Gandris, trus nano - nano (minus Devi), Putri, ma Lingga. Eh… ada selundupan dari STIKOM yang dibawa ma Cinthya --> boby 'Copek', Wafie, ma adiknya. Tengs ya, udah jadi operator ma buatin film pendek!

Seneng banget ngeliat adik - adik SMA menang, ekspresinya so natural!

Di NEURON wilayah, aku serasa kangen banget sama SMA…

Nah, yang aku suka, NEURON pusat nih, seneng banget ngeliat perjuangan adik - adik SMA bersaing. Temen - temen PenProf juga empat jempol deh untuk buat bebaknya begitu seru!

Akhirnya kita sudah memperoleh pemenangnya:

NEURON pertama kita sukses, kawan! Tapi aku begitu kecewa mendengar kakak - kakak angkatan lain nggak tahu apa itu NEURON… sedihnya… mungkin ne kekurangan sie PubDok kali ya? Maaf ya?

Terima kasih buat teman - teman PenProf untuk kepercayaan yang kalian berikan padaku!


Cerita Kekompakan A8

Awalnya, aku akan kembali ke Surabaya haru Minggu siang. Semuanya sudah kumasukkan ke tas. Tapi saat sampai di terminal, bus jurusan Surabaya sepertinya sudah berangkat. Kutunggu setengah jam ada bus datang, tapi pastinya akan berangkat lebih siang lagi. Takut kemalaman, bapak sama ibu menyarankan kembali esok pagi. Aku pulang lagi.

Senin pagi, bapak mau mengantarku jam 3-4 pagi, tapi aku tidak melihat tanda-tanda bapak bangun, jadinya jam 5 baru berangkat. Tidur saja di perjalanan, karena aku tidak ingin sedih atau capek lagi. Sebenarnya, aku bisa saja sampai di Surabaya sebelum jam 1 siang agar aku bisa mengikuti rapat NICOTIN. Tapi ternyata, angkutan kota lebih lama dari yang kukira. Aku sampai di kos tepat jam 1. baru jam 2an aku sampai di kampus. Dan dimulailah kesibukan-kesibukan ini.

Itulah awal dari ceritaku mengenai angkatan 2008 program A, kelasku. Memang awalnya kekompakan bisa terbentuk dari OSPEK yang diadakan sebelum perkuliahan dimulai. Tapi, kekompakan itu masih terkotak – kotak oleh kelompok OSPEK.

Memang benar kalau ada pernyataan,

“Sulit sekali untuk membangun sebuah kekompakan”

Kekompakan kami, kuakui, dibangun dengan sebuah ‘keterpaksaan’ lewat program ASS yang diadakan BEM Universitas Airlangga (terima kasih!).

Kenapa terpaksa?

Karena acara ini diadakan pas liburan semester 2, pastinya banyak yang pulang kampung, lagi leha – leha di rumah masing – masing… beruntungnya, saat itu banyak teman – teman ikut Semester Pendek. Jadinya, mas Samsul, ketua BEM FKp bisa menyampaikan acara ini ke angkatan A8.

Nah, kenapa angkatan A8 yang diwajibkan ikut?

Mungkin nih… 1. Angkatan paling kecil, paling ingusan à dianggap paling sedikit ngasih kontribusi.

2. SKP (Satuan Kredit Prestasi) yang katanya mau diprogramkan sama Rektorat mulai tahun 2008 à ternyata baru ada tahun 2009, gak papa lah, itung2 buat ngasih pelajaran adik angkatan.

3. Susah ngumpulin angkatan atas à ya udah lah, kasih aja ke A8.

Waktu itu, rapat ‘seadanya’ orang aja, jadi sudah ditentukan ketuanya dari yang hadir saja. Yaitu Andi Susilo… (tepuk tangan buat dia!). kemudian, susah sekali untuk mengumpulkan seluruh anggota A8. Maklum, (seperti yang sudah saya jelaskan tadi) liburan.

Akhirnya, teman – teman buat jarkom, isinya mengancam, menakut – nakuti, bahwasanya barangsiapa yang tidak hadir untuk latihan ASS akan dikenakan skors (kok hukumannya enak?).

Kemudian, sedikit demi sedikit ada yang datang dan ikut latihan (Alhamdulillah…) à termasuk aku :P

Reny jadi pengonsep cerita,

Ririn jadi koreografer,

Teman – teman jadi pemerannya,

Latihannya keras, tiap hari, susah payah karena yang latihan datang dan pergi, beda orang beda peran, huuuh ribet! Jadinya buat SMS ancaman lagi. Belum ngaretnya… akhirnya difasilitasi oleh Mbak Esti A5 (makasih ya mbak, udah mau nemenin kita – kita latihan ^_^) kita ngadain diskusi, sharing, mau dibawa ke mana ASS kita? Sampe acara nangis – nangis segala à Reny. Intinya gini:

“Kita semuanya memang capek, liburan juga tersita, tapi kenapa teman – teman tidak mau menunjukkan sesuatu yang maksimal? Memangnya kalian mau liburan yang kita korbankan ini sia – sia? Apa kalian tidak malu menunjukkan sesuatu yang jelek di depan semua fakultas di UNAIR?”

Dari situ kami tergugah, aku, Sally, Rizal, yang berperan jadi teroris tadinya malu dan ragu, sekarang jadi pede, bahkan kami para teroris (+ Andi dan Taufan) jadi tambah kompak.

Akhirnya, semuanya semangat!!! Sampai – sampai kita mau gladi bersih di panggung beneran à padahal panitia dari BEM UA belum datang kami sudah siap di tempat à masih ketiduran gara – gara semalam ada band sampe malem. Rajin amat kita ya???

Kemudian, hal – hal yang ajaib dimulai…

Sebelum acara, para pemain sudah di make – up, siap segala sesuatunya mulai dari property, dll, kecuali satu yang belum aku siapkan à mental!, aku takut penampilan kami GeJe. Tapi, aku yakinkan pada diri sendiri à latihan kami bagus kok!

Untungnya, kami tampil di urutan pertama, jadinya agak nggak minder melihat penampilan fakultas lain. Awal cerita,

Beberapa teman – teman berperan sebagai pesenam pagi di Hotel J.W Mari Out (plesetan dari J.W Marriot) à tepukan dari supporter mulai menggema. Dari situ aku sadar, massa yang dikerahkan lewat selebaran dan SMS (khusus penduduk FKp) berdatangan. Ada angkatan yang membawa bendera BEM FKp (salut!).

Teroris datang mempersiapkan strategi meledakkan bom à aku yang awalnya deg – degan langsung semangat mendengar support dari teman – teman FKp. Bahkan, aku merasa all out karena dari panggung sepertinya terlihat tidak ada orang sama sekali (gelap cin!).

Bom meledak, semua berbaring seolah – olah jadi korban bom à terima kasih sama mas perlengkapan, efek asapnya benar – benar dapet! Teman – teman tambah riuh sorakannya… penyemangat buat kami!

Penutup, kami nge – dance dadakan walaupun dari dance yang keren banget (trim’s Ririn!) jadi dance yang… hehehe… girly banget ceeee??? Njomplang!

Kata temen – temen supporter, mereka suka dance gaya basketnya… keren katanya…

Hahaha… semuanya berjalan lancar walaupun ada siraman di tengah – tengah ketegangan di panggung. Anggia, relawati dadakan, menjalankan miniatur ambulance dengan berjalan mundur… wkwkwkwk… ada – ada aja!

Turun dari panggung… ada rasa beda… aku bangga dengan A8.

Walaupun kita tidak menjadi pemenang, tapi aku rasa aku masih sempat mendengar angkatan atas berbicara seperti ini,

“Walaupun kalian tidak membawa piala, tapi kalian adalah pemenang di mata kami! Kalian sudah berhasil membuktikannya!”

Memang sedikit kecewa, karena juri hanya mengambil 2 juara malam itu. Ririn sempat nangis, saking kecewanya. Tapi Rin, kita pulang dengan kekompakan yang tak ada bandingannya dengan sebuah piala. Sempat bangga juga, supporter kita paling rame, dan, ternyata bazaar kita juara satu looooo!

Teman – teman, mulai saat itu, kompak setengah mati! Aku jadi bangga menjadi angkatan 2008. Apalagi mulai saat itu kami teringat puisi angkatan yang pertama kali dibacakan pas OSPEK (yang cuma terdiri dari 3 kata – atau satu kata?): “Kompak, kompak, kompak!”

VARDGIVARE!

[gallery]


Seminar yang Menimbulkan Pertanyaan Baru

6 Maret 2010 yang lalu, saya mengikuti Seminar Stem Cell di Fakultas Kedokteran UNAIR. Salah satu yang membuat saya ikut acara ini adalah pembicaranya yang saya kagumi, yaitu Prof. Dr. Suhartono Taat Putra, dr., MS atau yang akrab dipanggil Prof. Taat.

Beliau adalah pembicara pertama di acara tersebut, sayang sekali waktu dengan beliau begitu mahalnya, begitu singkatnya karena beliau ada acara lain di Semarang. Ya, apa lagi kalau bukan tentang ilmu beliau yang begitu luar biasa, PSIKONEUROIMMUNOLOGI (PNI). PNI ini sudah menjadi mata ajar wajib di beberapa STIKES di Jawa Timur, dan sekarang sedang merambah ke Jawa Tengah melalui acara di Semarang itu. Saya merasa saat itu Prof. Taat terburu-buru, mungkin karena harus mengejar pesawat di Juanda? Beliau juga membawa istrinya, dr. Elyana STP Asnar, atau akrab dipanggil dr. Nana (yang akhirnya saya tahu bahwa kepanjangan dari STP adalah nama panjang dari Prof. Taat). Saya juga merasa sayang sekali saat itu pembicara dan peserta yang terlambat tidak bisa menyaksikan Prof. Taat membahas tentang Sel Punca (Stem Cell). Saya berkata dalam hati, “Orang-orang ini seharusnya menyaksikan dosen favorit saya menyampaikan materi!”.

Sebelumnya, saya mendapatkan handout materi seminar ini, termasuk materi Prof. Taat beserta curriculum vitae beliau. Beberapa yang saya kagumi adalah tentang pendidikan tambahan beliau:

Course of Cancer Immunology di UK, Postdoct in Generic Engineering di USA, Molecular Epidemiology on Breast Cancer di USA.

Serta tugas tambahan beliau:

1. Ketua Unit Grha Masyarakat Ilmiah Kedokteran FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo

2. Ketua Kelompok Studi Psikoneuroimmunologi FK UNAIR

3. Editor in-Chief Folia Medica Indonesiana (terakreditasi) FK UNAIR & Biologi Molekular FK UNAIR

4. Ketua Divisi Patobiologi Departemen Patobiologi Anatomi FK UNAIR

5. Pendiri & Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Patobiologi Indonesia

6. Pendiri & Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Psikoneuroimmunologi Indonesia

7. Pendiri & Dewan Ilmiah Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI)

8. Anggota Komtek Teknologi Kesehatan – Obat Dewan Riset Nasional (DRN)

Nah, yang bikin cukup iri adalah…karya ilmiah beliau yang mencapai 11 buku dan 135 makalah – ilmiah penelitian. Subhanallah…

Ingin kenalan? Alamat e-mail beliau di taatputra@yahoo.com

Hm…beliau menerangkan tentang Sel Punca: Harapan dan Tantangan. Saat beliau menerangkan, saya teringat kepada cerpen sahabat saya yang mengangkat tentang Stem Cell. Waktu itu, sahabat saya berhasil bertemu dengan juri karena ceritanya yang berani tampil beda, mengangkat ilmu pengetahuan ke dalam cerpen (salut!). Sahabat saya mengangkat fenomena itu karena kuliah singkat dengan guru biologi saya (Bapak Prima Arief). Beliau mengatakan hal yang hampir mirip dengan Prof. Taat, bahwa ketika kita membutuhkan sel pengganti, maka kita bisa mendapatkannya dari stem cell, karena stem cell dapat berdeferensiasi menjadi berbagai macam sel. Bapak Prima juga mengatakan bahwa salah satu cara di luar negeri adalah dengan menawarkan jasa Bank Sel, menyimpan sampel dari plasenta (ari-ari). Ini pula yang diangkat oleh sahabat saya dalam cerpennya, jadi saya tidak heran lagi kalau dia beruntung untuk bertemu dengan juri.

Ada beberapa fenomena baru yang saya kagumi dari informasi Prof. Taat,

“Orang yang bahagia perkembangan protein dalam tubuhnya akan lebih baik. Akan muncul 23 gen baru yang semula tidak ada. Salah satu gen akan mengaktifkan adenilsiklase yang berfungsi untuk meregulasi gula darah. Sedangkan 22 gen yang lainnya masih belum diketahui.”

Ada juga pernyataan yang berhubungan dengan PNI,

“Sakit itu berawal dari pola pikir yang salah.”

Setelah Prof. Taat menyampaikan materi, beliau membuka diskusi terbatas karena beliau juga harus pergi ke Semarang.

Kemudian pembicara kedua, M. Sajid Darmadipura menyampaikan materi tentang Tinjauan Etik dalam Terapi Stem Cell.

Pembicara ketiga, Muhammad Shiddiq Al Jawi dari DPP Hizbut Tahrir Indonesia menyampaikan tentang Terapi Stem Cell (Sel Punca) Menurut Perspektif Syariah Islam. Nah, inilah yang menjadi perhatian saya karena ada beberapa pengetahuan yang justru membuat saya cukup kaget. Tampaknya, tidak hanya saya, melainkan semua peserta seminar pun dibuat heran. Hal ini terbukti ketika sesi diskusi dibuka, sepertinya beberapa peserta bertanya dengan antusias kepada bapak yang satu ini. Seakan-akan kami memiliki lebih dari 3 pembicara karena pertanyaan mereka begitu panjang seakan-akan mereka pun memberikan materi kepada kami. Selain itu, moderator pun ikut bertanya kepada pemateri. Wah…saya baru tahu yang seperti ini!

Hal yang menjadi perdebatan adalah:

Hukum Syara’ Terkait Aplikasi Stem Cell

“Jika stem cell diambil dari mayat, hukumnya haram, karena melanggar kehormatan mayat yang harus dijaga”

“Haram hukumnya melakukan pembedahan atau perlukaan pada mayat”

Sabda Rasululah SAW: “Memecahkan tulang mayat adalah sama (dosanya) dengan memecahkan tulang manusia yang hidup”. (HR. Ahmad, Abu Dawud)

“Kecuali jika stem cell yang diambil dari mayat itu diambil dari mayat manusia nonmuslim atau yang tidak terpelihara darahnya (ghairu ma’shum addam), misalnya orang kafir harbi, maka hukumnya boleh”

Satu pertanyaan yang timbul di benak saya adalah, “Bagaimana dengan proses pembelian mayat/kadaver yang digunakan untuk praktek kedokteran? Bukankah proses itu melewati proses peradilan?”

Sampai acara selesai, diskusi peserta tentang hal ini belum memperoleh jawaban walaupun peserta saat itu banyak menyudutkan pembicara dan tidak memberikan kesempatan untuk berbicara. Saya mendapat gambaran bahwa sepertinya ada perang hadits. Saya sempat berandai-andai, seandainya saja Prof. Taat masih duduk di kursi pembicara, apa yang akan beliau katakan? Apakah sama dengan tanggapan saat saya dan teman-teman kuliah pagi bersama beliau, “Inilah contoh orang-orang yang berdiskusi dengan nafsunya, bukan logikanya?”

The Crazy Idea Comes in Crazy Day 2: Nata Rambaya

Iseng, aku menemukan sebuah poster tentang ENTREPRENEURSHIP. Yah, karena aku sebagai pengurus MJ, jadinya aku selalu berkutat dengan poster dan publikasi. Kemudian aku bertanya kepada teman-teman di ruang BEM, “Aku sering mendengar kata ENTREPRENEUR, tapi apa sih artinya?”
Laila, temanku menjawab,”Entrepreneur itu usaha untuk memanfaatkan sesuatu yang awalnya dianggap tidak berguna menjadi berguna”.
“Lalu, apakah semua usaha yang menghasilkan uang juga disebut entrepreneur?”
“Belum tentu, entrepreneur itu adalah kreatifitas untuk membuat sesuatu yang baru, bukan seperti agen, sales, atau MLM”.
“Oh…”
Sekarang, mataku terbuka terhadap entrepreneur. Sepertinya menarik…

Lagi-lagi aku mesti bilang, The Crazy Idea Comes in Crazy Day. Awalnya aku ke SC hanya untuk mengerjakan Make Over BEM yang belum selesai. Kemudian aku melihat angket yang disebarkan Rachma. Awalnya tidak tertarik untuk mengisi, tetapi lama-lama aku penasaran juga. Kubaca, isinya tentang kedai kopi. Lalu aku minta satu angket untuk kuisi. Kemudian aku tanya, "Untuk apa, Ma?"
Dia bilang untuk mengikuti Lomba Ide Bisnis yang diadakan oleh PPKK. Nanti yang lolos akan diberikan pinjaman modal sebesar 25 juta, kemudian dalam beberapa waktu akan dikembalikan sebesar (kalau nggak salah) 17 juta. Tapi, misalkan tidak berhasil, pihak pemberi modal tidak menuntut atau memperkarakan. Langsung saja aku tertarik (dan ini alasanku untuk tidak menulis diary selama beberapa hari ini). Lalu Rachma bilang , "Buat kelompok aja Ky, dikumpulkannya tanggal 24", aku menyahut, "Iya, aku pengen…". "Lusa lho Ky". Kemudian aku baru sadar bahwa saat itu tanggal 22. Mak jdeng!
Pulang dari SC aku langsung SMS NanO2 (ehm…), yang langsung bilang OK hanya Sally dan Intan, walaupun Intan sudah punya kelompok lain. Mereka berdua mengajak Asna.
Nata Rambaya, Nata de Coco Rambutan Surabaya. I hope this idea become true!

Biarpun agak terburu-buru (yang benar: terburu-buru sekali!) akhirnya kami bisa menyelesaikan format ide bisnis itu. Nah, sekarang, sepertinya aku mulai keranjingan menulis lagi. Jadi inget kata-kata Syarif yang kurang lebih seperti ini, "Komponen 'K' adalah suatu komponen yang berpotensi sekali namun ia butuh rangsangan tertentu untuk menyalurkan potensinya itu."

Sekarang aku bakal nyari ide untuk perpus UNAIR !!!
07 April 2010
19:31

Alhamdulillah, Nata Rambaya lolos babak I, masih ada 239 orang yang jadi saingan untuk mendapatkan modal. Hari Sabtu ini akan ada pelatihan. Hm,, keep fight! Kalo emang bener pengumumannya itu diurutkan sesuai nilai, kami masuk urutan ke 106 dari 240. Lumayanlah…

Satu Karya Lagi dari A8: World AIDS Day

Awalnya ini adalah sebuah tugas dari salah satu mata kuliah yang menarik -menurutku-, yaitu Imunologi dan Hematologi. Begitu silabus diberikan, aku tercengang ada salah satu bab yang bukan lecture ataupun diskusi maupun praktikum yang biasanya ada di setiap mata kuliah. Yaitu, berupa social activity 'Hari AIDS'. Waaw…belum pernah ada, nih!

Biarpun terkesima dan terkagum - kagum dengan rancangan belajar ini, sepertinya A8 -termasuk aku- masih belum tahu apa yang akan dihadapi dengan bab yang satu ini. Mengalir seperti biasanya… barulah, saat B. Purwaningsih, PJMA Imunologi dan Hematologi masuk untuk memberikan kuliah, beliau bertanya kepada kami tentang Progress Report persiapan social activity. Ternyata kami baru menyadari segala persiapannya yang begitu banyak. Langsung saja, PJMK mahasiswa Yuyun dan Endah selalu mengingatkan untuk menyusun social activity per kelompok.

Nah, suatu malam, saat aku mencari kegiatan apa yang pas untuk kelompokku (aku benar - benar bingung karena semua konsep kelompok sama, penyuluhan dan aksi) pengen mencari sesuatu yang berbeda. Eh, nggak sengaja pas ngenet nih, ada suatu kegiatan yang dilakukan oleh satu angkatan. Jadinya aku memberi usulan bagaimana kalau semua kegiatan dijadikan satu tapi dengan koordinator masing - masing kelompok.

Kesulitannya adalah…

Berkoar - koar di depan kelas ternyata tidak selalu mendapatkan perhatian penuh dari teman - teman. Kadang saking keselnya, aku kepengen marah di depan teman - teman yang keburu pulang. Padahal ini juga untuk kepentingan nilai kita… kalau aku menanyakan sesuatu yang butuh pertimbangan, jawabannya selalu 'ya', tapi 'ya' di sini adalah suara minoritas. Terkadang aku jadi punya beban pikiran, aku butuh bantuan.

Kalau sudah putus harapan, aku sama sekali tidak mau berkoar - koar di depan kelas. Kadang apa yang sudah kusampaikan ditanyakan lagi di belakang layar. Yang tanya pun, nggak cuma 1 orang. Baiklah, kuadakan siaran ulang…

Nah, untungnya lama - kelamaan teman - teman merespon juga. Dibentuklah kepengurusan sebagai berikut:

Pelindung

: PJMK Imunologi dan Hematologi

Purwaningsih, S.Kp., MARS

Organizing Comitee

Ketua Pelaksana

: Andik Nur C.

Sekretaris

: Kinanthi Rosyana

Bendahara

: Yuyun Diantiningsih

Koordinator

Sie Acara

: Dwi Endah M.

Sie Keamanan dan Perijinan

: Sekar Arum Novita S.

Sie Kesekertariatan

: Anggia Fajar H.

Sie Perlengkapan

: Alfid Tri A.

Sie Konsumsi

: Fermi Avissa

Sie Publikasi dan Dokumentasi

: Lingga Curnia D.

Yang paling kukagumi lagi, saat rapat persiapan terakhir, aku nggak perlu lagi berkoar - koar di depan kelas karena tiba- tiba satu persatu teman - teman maju ke depan untuk memberikan usulan, bahkan debat segala! Dalam hati aku berkata, "Terima kasih, ya Allah, Kau memberiku kemudahan", ingin nangis rasanya melihat kalian juga memikirkan ini.

Terima kasih ya teman - teman, ini nih yang pengen aku lihat dari A8, kebersamaan dan kekeluargaan. Juga semoga, kalian menjadi lebih menghargai teman yang berbicara di depan kelas (seperti kata B. Ilya).

Hari pertama, kami mengadakan aksi penyebaran leaflet, stiker dan pembentangan poster di perempatan jalan Mulyorejo.

Semua poster di sini murni hasil dari tangan kreatif A8 loh… bagus ya?

Oh ya, aku sempat narsis ne… sama poster yang kutaksir (Nila… kapan aku bisa buat poster sebagus punyamu ini?)

JANGAN BUTA KARENA CINTA

Lalu hari kedua, dengan penampilan yang baru (udah potong rambut ne! mungkin karena stres?) kami mengadakan penyuluhan di SMK Negeri 5 Surabaya.

Senangnya…penyuluhan diadakan di SMK 5 Surabaya yang akhirnya kutahu itu adalah SMK terbaik di Surabaya. Guedeeeeeee banget! Adik-adiknya antusias sekali, sampai di akhir acara mereka masih bertanya-tanya kepada teman-teman penyaji. Alhamdulillah, tidak seperti yang kutakutkan, adik-adiknya ngomong sendiri, blablabla…

Nah, kami juga sempat minta tanda - tangan sama anak - anak SMKN 5 Surabaya yang bukan peserta dan peserta.

Di akhir acara, ternyata ada yang sedang berulang tahun nih, tepat di saat kegiatan ini. Tepat juga, yang berulang tahun adalah PJMK, Endah. Waah…senangnya kita bisa melakukan hal besar seperti ini. Kita pasti bisa melakukan hal - hal besar lainnya. A8 ayo kita terus berkarya! Teringat sama kata - kata mutiara ciptaan sendiri:

"ONE IS NOT ENOUGH TO MAKE TOGETHERNESS, BUT TOGETHER IS ALWAYS ABLE TO GIVE MIRACLES TO ONES"