Selasa, 04 Mei 2010

Refleksi Idul Fitri Tahun 2009

Sialnya…mudik ke Malang dompetku dicuri orang. Tasku disilet. Dompet baruku, uangku, kartu identitasku (aku sebel mengingat harus kuurus semuanya sendiri!), juga foto-fotoku.

Hmh…kenapa orang itu melakukan hal tercela di bulan fitri ini? Aku tidak akan pernah memaafkannya.

Tapi, aku baru tahu H+1 itupun malam hari saat aku akan menaruh uang THR ke dalam dompet. Sekarang aku puyeng membayangkan harus mengurus kartu-kartuku.

Pulangnya, novelku ketinggalan. Aku akan penasaran terus dengan akhir kisah Kinanthi di novel karya Tasaro GK. Sial!

29 September 2009

Sebenarnya puyeng juga harus membayangkan betapa panjangnya perjalanan (cie…!) untuk mengurus identitas. Tapi alhamdulillah, KTPku hari ini sudah selesai dan akan dikirim oleh bapakku. Awalnya aku malas mesti mengurus KTP, tapi begitu kulihat salah satu persyaratan lomba cerpen adalah fotokopi kartu identitas (yang punyaku hilang semuanya!) akhirnya aku harus cepat-cepat mengurus dan harus sudah selesai sebelum tanggal 3 (batas waktu pengiriman!).

8 Oktober 2009

Sekarang dompetku terisi 3 kartu. KTP, ATM, dan KTM. Alhamdulillah, bisa kuurus dengan lancar. Walaupun tadi pas ngambil ATM sempat memalukan. Biaya operasional Rp 10.000,00 aja aku nggak bawa. Ya ampun, sepertinya aku dateng ke bank dengan sangat kerenya…

Ya ampun, jadi malu aku!

Begitulah sekelumit cerita tentang ribetnya mengurus identitas. Ya ampun, yang paling fatal adalah hilangnya kartu ATM. Harusnya, aku cepat - cepat menelpon operator. Tapi untunglah, pas ku cek saldoku, semuanya masih utuh (jangan - jangan pencopetnya gaptek?). Kata tanteku waktu itu, pencopet hanya akan mengambil uang saja, setelah itu, dompet dan sisanya dibuang. Huhuhu… padahal dompetku baru, 'Kalo gitu siniin deh pak dompet saya!'…

Ya ampun, dibuang ke mana ya?

Kok bisa - bisanya sih beraksi di Idul Fitri gitu, dosanya segede apa tuh? Aduh… pokoknya buat ribet deh!

Pengen tahu aku siapa orangnya. Pokoknya, aku ingat yang duduk di dekatku siapa aja, pengennya tahu, apa dugaanku benar bahwa 'orang yang itu' yang ngambil (kayak Detective Conan).

Mau ngurus KTP --> harus mengumpulkan foto, eh… fotonya ada di dompet yang hilang itu! Ya udah, pake foto SMA yang culun punya!
Mau ambil uang --> harus lewat bank gara - garanya kartu ATMku hilang. Eh… harus nunjukin KTP! KTPku kan ilang! Ya udah balik lagi ke kos… pasrah… sepulangnya, aku ditelfon ortu --> nangis gara - gara ribet gila!
Ngurus surat keterangan kehilangan --> ke polsek manaaaa gitu ditolak! Gara -garanya hilangnya di Malang. Nyari polsek lain (Gubeng), niatnya mau bilang gini (gara - gara udah kesel), "Saya nggak tahu hilang di mana Pak, namanya juga hilang, kalau tahu saya nggak akan ke sini", eh… tak disangka, bapaknya baik, aku cuma bilang hilang di terminal sama bapaknya dibilang gini, "Ya udah saya tulis di terminal Bratang ya!". Tengs pak pol! Beda banget sama yang pertama. Yang pertama udah ditolak, pertama masuk kantornya dicuekin lagi! Mana sambil maen bola sodok! Huh! Pelayanan masyarakat yang kurang! Yang care donk!

Pokoknya, semuanya udah kelar, tapi, sssst… ada satu yang belum kupunya. SIM. Padahal aku di Surabaya bawa sepeda. Nekat juga!

Pokoknya aku berdoa, semoga nggak ada polisi yang baca blogku deh! Hahahaha...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komen yaa...jangan lupa kasih alamat blog kamu, nanti aku balik kunjungi ^_^
thanks!